Aktivis Siliwangi Cium Aroma Markup: Desak Audit Keuangan SPPG Buntut Temuan Ulat di Menu MBG

    Aktivis Siliwangi Cium Aroma Markup: Desak Audit Keuangan SPPG Buntut Temuan Ulat di Menu MBG
    Syaiful Bahri, Ketua Laskar Advokasi Siliwangi (Foto: Istimewa)

    Probolinggo – Kasus temuan ulat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan ibu hamil di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, semakin hangat.

    Kini, sorotan publik bukan hanya pada aspek sanitasi, tetapi juga desakan adanya transparansi anggaran pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

    Ketua Laskar Advokasi Siliwangi, Syaiful Bahri menegaskan, permohonan maaf dari pihak pengelola SPPG tidaklah cukup. Ia menuntut instansi terkait untuk segera melakukan audit investigatif terhadap laporan keuangan SPPG yang bertanggung jawab atas distribusi makanan bagi balita dan ibu hamil tersebut.

    Dugaan Markup Bahan Baku

    Syaiful mensinyalir adanya korelasi antara rendahnya kualitas makanan dengan pengelolaan anggaran. Menurutnya, temuan ulat dalam sayuran bisa menjadi indikasi adanya pemotongan biaya pengadaan bahan baku yang tidak sesuai standar operasional.

    "Kami mendesak agar dilakukan audit keuangan secara menyeluruh. Perlu diperiksa apakah ada praktik markup (penggelembungan harga) bahan baku atau justru penurunan kualitas bahan demi mencari keuntungan pribadi, " ujar Syaiful dengan nada tegas, Sabtu (14/2/2026).

    Ia menambahkan, kualitas pangan yang buruk biasanya berakar dari proses pengadaan yang bermasalah. "Jika anggaran yang dikucurkan negara sudah sesuai untuk menu bergizi, tidak seharusnya makanan yang sampai ke tangan rakyat itu berkualitas rendah dan tidak layak konsumsi, " imbuhnya.

    Tuntut Transparansi Publik

    Pihaknya meminta Dinas Kesehatan dan instansi pengawas terkait untuk tidak menutup-nutupi hasil evaluasi terhadap SPPG Dusun Kalianyar dan wilayah Paiton secara umum. Transparansi anggaran dianggap sebagai kunci untuk memastikan keberlanjutan program MBG yang menjadi program prioritas nasional.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak Laskar Advokasi Siliwangi berencana melayangkan surat resmi kepada pihak berwenang agar proses audit keuangan segera dilakukan guna menjamin hak-hak masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil. (tim)

    mbg sppg paiton probolinggo
    Wahyu Pro SH

    Wahyu Pro SH

    Artikel Sebelumnya

    Polres Probolinggo Raih Peringkat II Kinerja...

    Artikel Berikutnya

    Gerakan Indonesia Asri, Polres Probolinggo...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kodim 1714/Puncak Jaya Gelar Upacara Korps Kenaikan Pangkat Bintara
    UNIFIL Gelar Upacara Memorial untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Selatan
    Pengamanan Humanis Babinsa Mapurujaya di Prosesi Ibadah dan Jalan Salib
    Pembatasan Pemakaian Gadget bagi Anak: Investasi Negara dalam Membangun Generasi Sehat dan Produktif
    Pererat Kemitraan Strategis, Panglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia

    Ikuti Kami